Kamis, 07 Agustus 2008
Sabtu, 07 Juni 2008
Telah lahir ke dunia Muhammad Ilham Bhagawanta
seorang anak yang semoga dapat memberikan warna dan kesejukan baru bagi dunia,
seorang anak yang berakhlak mulia, dengan Iman Ilmu dan Amal sholih, membawa umat manusia kearah kesejahteraan, kemakmuran dan kedamaian. amiiin
pada hari Ahad, 8 Juni 2008 pukul 8.30 waktu jepang/pukul 6.30 (WIB)
dengan berat 3,25 kg dan tinggi 49 cm
seorang anak yang berakhlak mulia, dengan Iman Ilmu dan Amal sholih, membawa umat manusia kearah kesejahteraan, kemakmuran dan kedamaian. amiiin
pada hari Ahad, 8 Juni 2008 pukul 8.30 waktu jepang/pukul 6.30 (WIB)
dengan berat 3,25 kg dan tinggi 49 cm
Senin, 07 April 2008
Tidak ada orang Jenius, yang ada adalah orang yang mau berusaha keras
Pernyataan itu keluar dari ucapan seorang teman (senior saya alumni ITB yang kini sedang mengambil PhD di Keio Uni) saat saya menanyakan ke dia berapa hasil tes IQ (Intelligent Quotion) dia?
dia sontak menjawab, "Tidak ada orang yang ber IQ tinggi, yang ada adalah orang yang mau berusaha dengan keras", dan keberhasilan tidak ditentukan oleh IQ dia tapi kerja dan upaya yang keras.
Jawaban itu membuat saya merenung kembali, apa maksud dia menyampaikan itu?
Bukankah pada kenyataanya ada tes untuk mengetahui IQ seseorang? dan itu pasti ada indikator-indikatornya.
Setelah saya merenungi lagi, mungkin pernyataan teman saya itu ingin menegaskan bahwa kita seringkali berlindung di balik hasil tes IQ di atas kertas yang menunjukkan kita tidak memiliki IQ yang tinggi, sehingga memberikan justifikasi dan toleranasi atas kegagalan kita.
padahal kenyataannya banyak kasus membuktikan orang-orang hebat (Ilmuwan, Enterpreneur serta pemimpin sukses) yang awalnya tidak kelihatan menonjol, mereka berjuang dengan keras, bahkan kadang penuh dengan makian dari lingkungan sekitarnya. itu semua membuat mereka semakin kokoh untuk menggapai kesuksesannya.
kesimpulan saya adalah "Do the best and you will get the success"
dia sontak menjawab, "Tidak ada orang yang ber IQ tinggi, yang ada adalah orang yang mau berusaha dengan keras", dan keberhasilan tidak ditentukan oleh IQ dia tapi kerja dan upaya yang keras.
Jawaban itu membuat saya merenung kembali, apa maksud dia menyampaikan itu?
Bukankah pada kenyataanya ada tes untuk mengetahui IQ seseorang? dan itu pasti ada indikator-indikatornya.
Setelah saya merenungi lagi, mungkin pernyataan teman saya itu ingin menegaskan bahwa kita seringkali berlindung di balik hasil tes IQ di atas kertas yang menunjukkan kita tidak memiliki IQ yang tinggi, sehingga memberikan justifikasi dan toleranasi atas kegagalan kita.
padahal kenyataannya banyak kasus membuktikan orang-orang hebat (Ilmuwan, Enterpreneur serta pemimpin sukses) yang awalnya tidak kelihatan menonjol, mereka berjuang dengan keras, bahkan kadang penuh dengan makian dari lingkungan sekitarnya. itu semua membuat mereka semakin kokoh untuk menggapai kesuksesannya.
kesimpulan saya adalah "Do the best and you will get the success"
Jepang di pikiran seorang anak
Tulisan ini saya lihat di SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo di Meguro, saat ada acara pengajian yang diisi oleh Ust. Adil (Nihon Jin).
Ketika saya baca tulisan anak itu, saya berpikir :
1. Itu sudah cukup menggambarkan kondisi jepang secara umum.
2. Saya salut dengan pendidikan di Jepang, karena anak sejak dini dirangsang untuk berani menulis, dan berpikir tentang fenomena apa saja menjadi perhatian mereka.
3. Dengan dimuatnya tulisan itu di tempat terbuka, itu merupakan suatu penghargaan terhadap hasil karya, yang diharapkan mampu menggairahkan semangat menulis.
Minggu, 30 Maret 2008
Manusia harus berubah dan berkembang
Itulah mengapa manusia berbeda dengan makhluk yang lain.
Kalau kita melihat semut sampai gajah bahkan harimau sang raja hutan pun, semuanya memiliki hal yang sama yakni mereka semuanya tidak mengalami perkembangan peradaban (civilitation).
sejak zaman Nabi Adam sampai mungkin akhir nanti, saya yakin seperti harimau tidak akan membuat suatu sekolah untuk mengajar harimau lain memiliki suatu skill menangkap mangsa.
atau adanya pemilihan langsung dalam menentukan ketua kelompok di dunia semut. kalau pun dari beberapa kisah mereka memiliki peradaban sendiri yang tidak kita pahami.
to be continue...
Kalau kita melihat semut sampai gajah bahkan harimau sang raja hutan pun, semuanya memiliki hal yang sama yakni mereka semuanya tidak mengalami perkembangan peradaban (civilitation).
sejak zaman Nabi Adam sampai mungkin akhir nanti, saya yakin seperti harimau tidak akan membuat suatu sekolah untuk mengajar harimau lain memiliki suatu skill menangkap mangsa.
atau adanya pemilihan langsung dalam menentukan ketua kelompok di dunia semut. kalau pun dari beberapa kisah mereka memiliki peradaban sendiri yang tidak kita pahami.
to be continue...
Jumat, 28 Maret 2008
Pertama kali datang di Kampus
Langgan:
Entri (Atom)